Rissa Indrasty

My Photo
Jakarta , Jakarta Selatan, Indonesia
seafairy | journalist | artist | musician | artworker | traveller

Sanity

Oleh : Rissa

Kemarin, aku berbincang dengan guruku, perihal thanksgiving, dia bertanya apakah aku tahu apa itu thanksgiving?


Lalu aku mengungkapkan bahwa aku tidak terlalu tahu perihal thanksgiving, tapi aku pernah mendengarnya ketika waktu kecil saat aku bermain game harvestmoon, game yang membuat rissa yang masih SD dari siang pulang sekolah hingga sore betah di depan televisi bentuk kotak, dengan menggenggam  stick PS1 warna abu abu. lalu  kala dengar suara pagar kebuka langsung cabut aliran istrik dari colokan, biar ga ketahuan main PS seharian, pada game tersebut ada ada perayaan namanya thanksgiving.


Dan guruku pun akhirnya menjelaskan bahwa thanksgiving merupakan sebuah perayaan dan semua orang akan saling mengucapkan terimakasih satu sama lain. Sejarahnya bersamaan ketika colombus menemukan benua amerika, dan saat itu kolonial tengah berperang untuk berebut teritori, itu nativ amerika, dan kemudian berdamai? Lalu mereka berkebun dan dan hasil panen tersebut dirayakan dengan makan malam bersama.


Kemudian, kita lanjutkan membahas rasa terimakasih dan hal yang disyukuri di tahun ini.

Aku mengatakan banyak hal yang disyukuri di tahun ini, dan aku belajar banyak, seperti yang diketahui, aku sangat banyak mengeluh di tahun ini, sampai aku tersadar oleh salah satu kalimat seseorang hingga aku memutuskan untuk belajar untuk tidak banyak mengeluh dan berhenti untuk membuat segala hal rumit.


Menanggapi hal tersebut, guruku mengatakan ada hal penting di kehidupan, selaiin, sekolah, pekerjaan, sehat, yaitu "kewarasan".


Ya benar, kataku. Mungkin kita belum mendapatkan kebahagiaan yang benar2 bahagia, benar benar mendamaikan, tapi hidup adalah tentang naik dan turun, jadi jangan lagi menambahnya dengan kesedihan.


Ya, saya rasa yang paling penting adalah "kewarasan." Kata guruku.


Dan aku menyetujui hal tersebut, Ya sanity, dan juga kebahagiaan, Pelajaran baru bagiku, selain tak lupa mencari bahagia, kita juga jangan lupa untuk tetap waras. Aku rasa selama ini aku sedikit tidak waras karena merasa tidak sepenuhnya bahagia meski aku tak memiliki masalah berat dan selalu mendapatkan apapun yang aku mau.

PINGSAN! Hari Yang Mengingatkanku Pada Beberapa Tahun Silam

Hari ini aku bertugas liputan di Polda Metro Jaya Jakarta Selatan, Rabu (16/9/2020).


Saat awal, semua terasa biasa-biasa saja, bertemu teman yang asik-asik, berbincang seperti biasa.

Hingga pekerjaan dimulai, aku mengambil rekaman video seperti biasa, hingga bermenit-menit berlalu, aku merasa sekujur tubuhku terasa aneh.

Aku merasa mulai tak bisa menopang tubuhku, tapi aku terus berusaha. Pandanganku sudah terasa mengabur sekali-sekali, tapi aku terus berusaha dan berteriak dalam hati, aku bisa aku bisa, perasaan ini cuma halusinasi.

Hingga beberapa saat kemudian, aku merasakan tak mampu lagi.

Kau tahu? Faktanya, Tubuhmu tak akan pernah sekalipun berbohong padamu. Aku merasa aku sudah tidak kuat, ini saatnya aku berhenti. 

Aku pun menghentikan pekerjaanku, aku menekan tombol berlambang persegi yang berarti menghentikan video, meski pekerjaanku belum selesai. Aku tahu, aku harus cepat mengambil keputusan untuk berhenti, karena aku yang bertanggungjawab atas tubuhku sendiri.

Lalu kemudian aku duduk di tempat terdekat dan langsung minum. Saat tengah minum, aku langsung menyusul teman-teman yang tengah berjalan menuju cafe terdekat, aku berjalan agak cepat karena aku takut pingsan saat tengah berjalan. Diam diam pikiran dan tubuhku menggila saat tengah berjalan itu, rasanya sakit dan ingin jatuh saat itu juga.

 Tapi aku mengabaikan dan terus berjalan cepat hingga aku mengatakan duduk disana saja! Karena itu yang paling terdekat di teras restoran, aku tak sanggup ingin duduk. Tanpa mereka setujui aku langsung duduk dan diikuti yg lain, aku langsung menyandarkan kepala ku di atas tanganku, dimana tanganku bersandar pada meja, tak lupa aku memejamkan mataku. Aku mengatakan bahwa aku sangat pusing.

Beberapa detik, temanku yang lain ingin mencari meja lain, tapi dia memintaku menunggu di meja, sembari dia mencari tempat, ntah dia mengerti keadaanku.

Tak lama, dia mengajakku untuk ke tempat lain di dalam restoran, itu lebih better karena tak ada asap rokok yang kutakutkan membuatku terasa semakin parah. Akupun kembali menyandarkan kepalaku di meja dan memejamkan mata, tapi ac di restoran tersebut terasa menusuk nusuk tubuhku dan tiba2 perutku terasa sakit, keringat mengocor deras di wajah hingga badan-badanku.

Hingga temanku berkata,

"Ih rissa, lu keringatan. Kok lu tiba-tiba sih kaya gini?"

Aku juga sambil tibatiba bertanya-tanya, kenapa tubuhku tiba-tiba drop kayak begini.

Ingatanku pun berkelana pada beberapa tahun lalu, aku tengah berada di sebuah desa, tengah membuat film dokumenter. Waktu itu aku dan temanku pergi ke persawahan mengambil video suasana sawah dipedesaan, ditengah terik matahari yang menyengat. Saat itu aku berkata pada temanku,

"Eh tau nggak? Aku kalo kena panas matahari bisa sakit loh."

Lalu temanku tertawa tak percaya..

"Hahahaha, mana ada orang sakit cuma karena kena panas matahari."

Lagipula saat itu kondiisi ku sangat sehat dan masih bercanda-canda.

Hingga pulang ke rumah sewaan, tiba tubuhku drop, pandanganku sekali kali kabur, tubuhku terasa sangat berat seperti ditimpa, hingga aku terbaring tak berdaya, dan aku pun benar benar sakit telak.

Suhu tubuhku meningkat drastis seperti di siram air panas kalo kata temanku, aku juga sulit bangun.

Parahnya, aku demam hingga berhari-hari. Entah mengapa mungkin karena ini di desa, gosip aku sakit tersebar ke sepenjuru desa,

Hingga bu RT datang memeriksa kesehatanku.

Apalagi kami adalah anak kota yang datang ke desa, setahuku, kalo di film-film, peristiwa kayak anak kota ke desa selalu jadi pusat perhatian, ya kayak aku gini, anak kota sakit jadi heboh 1 desa, dan beneran ini kejadian di dunia nyata. Tahu sendiri kan, orang membuat film kerap kali tak jauh dari kejadian-kejadian nyata.

Saat itu, aku merasa kaki ku disentuh dan kudengar itu suara ibu RT. BTW, aku orang yang akan terbangun ketika terasa tersentuh bahkan hanya dengan 1 jari saja (itulah penyebab aku tidak bisa tidur sama orang lain di satu kasur). Tapi saat aku disentuh bu RT, aku tak langsung membuka mataku karena mataku seperti ditempeli lem, tapi saat itu aku terasa setengah sadar dari tidur, makanya aku sedikit2 dengwr suara ibu RT. Kalau tidak salah dia memberiku obat, aku lupa.

Ntah berapa lama aku tak sadarkan diri, hingga hari hari kemudian aku mulai pulih. Barulah aku mendengar ceritaku dari teman-temanku. Menurut penuturan teman yang tidur bersamaku, aku setiap malam menangis memanggil ibuku di dalam tidurku, Sejauh ingatanku hingga saat ini, aku bermimpi melihat akar-akar besar yang bergerak.

Nah, stelah itu, fakta lainnya, ketika aku pergi keluar dan bertemu orang-orang. Aku dikenal sebagai si Rissa yang sakit karena kena panas matahari itu.

Dan temanku yang saat itu menertawakanku karena tak percaya aku bisa sakit karena kena panas, semakin menertawakanku.

"Hahahaha, gila ya. Beneeran loh. Ternyata ada ya orang yang sakit cuma karena kena panas matahari."

-flashback off-

Kembali ke masa ini, aku tiba-tiba berpikir, apa penyakit kena panas langsung sakitku kambuh lagi ya karena kelamaan WFH? Hemmmm. Seperti yng diketahui, penyakit kena paanasku sudah hampir punah semenjak aku bekerja sebagai wartawan dan sering di bawah matahari.

Tapi saat itu, aku minum es jeruk hangat dan langsung makan, tiba tiba saja aku merasa sangat sangat lebih baikkk , aku merasa pulih, meski masih ada seuprit sisa sisa puyengnya. Hingga temen ku mengatakan.

"Ih rissa lu udah seger lagi,"

Tapi saat itu aku menduga karena aku tidak sarapan. Tp biasanya aku tidak pernah sarapan dan baik2 saja. Lantass?? Apaaa kejadian barusan itu???

Pulang pun tiba, hingga sampai di kamar aku mengingat aku belum datang bulan. Dan ketika mengecek, oooo god, ternyata ini hari pertamaku HAID, pantas saja aku lemass dan tak mampuuuu sekaliiiiii. Finally i got teh answer!

-END-

GOT A PEACEFULL LYFE IN PANDEMI CORONA VIRUS COVID-19



 Wednesday, 3/6/2020

All of us never axpect this situation ya,

It was like the movie that always we watch right? When the virus attack the world,

The different think that theres no one to be zombie.

But Corona Virus will attack ur lungs and ur immune, very danger for u who have history serious diseas. Ur lungs will have spotting white, makes u really difficult to breath, cough, its really torture.

The corona virus spread through stuff that u touch, corona virus stick to ur hand, and u touch area of ur face without wash ur hand before, and the hell ya, you got it. Of course u can get the corona virus if u interaction with someone who has the coronavirus.

The virus is smart tho, they are developing so fast, recently they can life in the air a few minute.
so to stop spread the corona virus, the government ask everyone to do all activity in home, we called 
Work From Home (WFH).

Maybe we have been being in home since 3 month,

Some people say ‘im bored just in home!’ . oh ya, all of mall or vacation place is close during the corona virus. U have to take away ur food tho, cant eat in the restaurant.

But…

 I don’t know, I love this situation, not about the corona virus, im sorry for the victim,
But honestly I love being home.

Before the corona virus, I think I ruined my life, I hated my life, I didn’t wanna do anythink, Im bored to work, Im tired of life. I didn’t have a big problem, Im just hate everything so much.

I think every activity that Ive done to be bad result, but actually I did my duty or my activity very well, have you ever felt like that ???

I have think that I have to resign, but I don’t know what kind of job that I wanna do next. Because to be journalist is end of my dream job that I wanna do.

So im stuck here, im bored to do my job but I cant resign because I don’t know wat kind of job that i wanna do next.

Ive ever thought to be ‘orang kantoran’ seems interesting.

And then corona virus come,

All of we do the different think in our job before the corona virus, right ?

I always in field, everywhere  in out there, never have sit in the room with a cup of coffe, never met the same person everyday, never to the same place everyday, always attacked by the sun and the fucking rain, never do the different think, met the the different situation, have to ready to situation that never axpect, cant eat everytime when I was hungry because I have to stay, cant lose the moment.

After the coronavirus,

I wake up in the morning, do my job, just sitt in the bad, if tired I can lay, much time to surf in social media instagram, watch vlog of artist, calling artist and interview by phone, can finish my job faster than before although Im stressed because i have to do the different 'pola' of work, means suddenly change, can learn cooking, can eat everytime, im to be more wateful.

I really enjoy the different activity that ive  done, I think god give my dream to be ‘orang kantoran’ HHAHA, thank god. But this orang kantoran is the best orang kantoran, I don’t have to adaptation to the same person that I have to met everyday, so theres no problem will appear. Because in the office often happened that conflick, jeolus, envy each other, bad character, uh, I hate that. I really hate bad person that usually can be find in the office.

Just one time I went to field, when  Glenn Fredly gone, the most popular singer in Indonesia dead, I went to Mitra hospital at 8 pm till 12 pm, and when I was back to home, I have to take a bath then continued my duty till 2 am. Can sleep at 3 am. Woke up early morning at 6 am and continued my work till I cant have energy again then sleep till afternoon. Uh thic hectic situation often Ive done in normal life a.k.a without corona by the the way.

I know this is tired, but Ilove met all of friends that night, ahhh, long time no see.

*Then Ramadhan come,

I feel more peacefull, my heart and my soul more calmdown, although sometimes to be fire, but its not long.

This Ramadhan is one of the best Ramadhan that ive ever felt,

Although I never do ‘buka puasa bersama’ but this peacefull never irreplaceable lah pokoknya ma, really really worth it.

I through Idul fitri in Jakarta, still thank to god although without the family.

I eat hampers that I got from the kindness people, ah a long holiday.

WAT A WONDERFULL LYFE !

Sorry but not sorry,
I feel tired to continue my feel. So that’s all ya. Ah long time no see my blog, I never write in my blog again, because everyday I write duty my work, then I never use my holiday to write too.
Oke thankyou for all of you guys to visit my blog.


Love

Rissa I W


How Careless Am I or How stupid Im ? ERROR ME


Wednesday, 3/6/2020


Maybe im very tired,

or I think to much, but actually I don’t have a huge problem to think.

Or I jut tired cause lately I always watched serial till I slept late.

And every hinge and bone in hurts cause I did hard activity for health

Oke, let me tell you about mu careless..
I ve ever been wrong about my holiday, I should work at that day but I guess I was free from job. And at 4 pm my boss sent me message, she said that ‘why you haven’t sent the news yet ?’

Me : ‘yea, im off today (with confidently)

Boss : hemm, I was wrong or how…

Then, I check my schedule, and…
WAT THE HELLL ! im not offffffffff.

Me : OMG !!!!! Im not off. I was wrong. Aaak ! what I have to do know?

Boss : calm down, calm down, slowly. U can launch an re write the news from kompas or tribun.

Me : Nope, to late to do that.

I shared and asked other journalist from another media to make the solution of my problem,  and thank god! I got the solution, I owe to her. I work at the 4 pm till 10 pm. Huft. I thank god I can finished my job.

Then… in the other day, yesterday actually. I was careless again.

I guess I have to work, and then when I was almost done, I realized I was off. I work in the day I got day off. Ah, yeah, I thought I was really stupid gurl. So I asked to my boss to changed my day off. Thank god again they approved my request.

And today, I was carelessed again, I forgot to make report of my job yesterday.  HUFT. So I ve done that report this morning.

And the last careless ive done that I forgot absence full 1 moth in May, wkwkwkw. STUPID ah, im tired ah talk bout how stupid im

I don’t know why am I always do the mistake lately, even though the universe very kind to me recently. I always feel peacefull than before, but I seems like betray the universe.

Hem, I think im not really thankfull to god and sink down in hectic world, make me forgot god.

Love

Rissa I W

cerita singkat kisah yang finally karirku menjadi wartawan

sebentar lagi pergantian tahun 2018, happy new year ya teman-teman, beberapa jam lagi nih! semoga 2019  mendatang menjadi lebih menyenangkan dan tak terlupakan ya, AMIN.

Setelah cukup lama menyibukkan diri di dunia seni rupa, lukis, gambar, kini kehidupan jauh berbeda.

dahulu, aku hanya memikirkan jangan pernah satu kalipun mengulang mata kuliah sesulit apapun itu, beasiswa untuk beli ini itu, ikut kegiatan seni di luar kampus untuk menghilangkan stres, bertemu teman-teman baru dan perbanyak teman.

Hingga sampai aku memasuki semester 5, dimana aku mulai tau apa yang aku tau jadi apa aku beberapa tahun ke depan.

ketika orang bertanya, 'usai kuliah kau ingin kemana ?'

mungkin saat semester awal, itu pertanyaan yang cukup menyulitkan, karena pikiran dan hatiku masih bercabang, dimana aku sangat mencintai seni dan ingin menjalani hidupku sebagai seniman.

namun, semakin lama pikiran semakin berubah, faktor eksternal pula yang mengubahnya, aku semakin mengenal dunia jurnalistik.

Sejak itu, semester 5 menjelang semester 6, aku memantapkan diri untuk aku di masa depan akan bekerja di salah satu media di Jakarta.

Tapi aku selalu ogah jika diminta untuk menjadi jurnalis, aku hanya ingin menjadi tim creative di dunia televisi, membuat konten-konten menarik.

pikiran ku sampai pada aku ingin menjadi tim creative net tv dengan program d'sign atau tim creative trans tv dengan program yang berkaitan dengan interior rumah, super trap yang ngerjain ngerjain orang.

jika tak jadi di interior, aku ingin menjadi tim creative program kuliner, pokoknya terkait hal-hal yang aku suka.

kemudian, waktu pun terus saja berlalu, kehidupan ku dihabiskan oleh skripsii skripsi skripsi. 

singkat cerita, aku sudah menargetkan jika aku harus lulus di bulan agustus. Namun, perjalanan tak semudah itu, jelang skripsi ku sudah sampai pada kata 'Abstract' yang dalam arti aku sudah menyelsaikan skripsi ku BAB 1, BAB 3, dan BAB 4 , sisanya tinggal kesimpulan, kata pengantar, dan BAB 2 hanya tinggal di rapihkan.

Aku kan mendatangi dosenku, dimana ketika mengajukan tiba-tiba saja skripsi ku di suruh ganti judul alias ULANG SKRIPSI. Wat the hell ? kenapa ketika aku sudah menyelesaikan semuanya baru disuruh ulang dari awal.

Waktu itu judul skirpsi ku yaitu Analisis Wacana Kritis tentang Kekerasan terhadap Perempuan di Pemberitaan media online, duh aku lupa judulnya apa kira-kira begitulah. waktu itu aku pakai metodenya Sara Mills. 

aku inget banget itu, waktu disuruh ulang ada salah satu dosen yang aku kenal juga menyaksikan aku disuruh ulang. 

ketika aku pergi dari hadapan dosen pembimbingku dan aku duduk disalah satu sofa di ruang dosen, saat itu dosen yang kukenal menghampiri dosen pembimbingku dan aku curi dengar, dosen ang kukenal itu bertanya perihal skripsi ku bla bla bla.

3 hari berlalu, aku tak pernah lagi menghubungi dosen pembimbing ku itu. aku hanya berpikir dan merenung, sepertinya target ku kali ini untuk lulus agustus tak bisa terwujud.

Segala hal itu sia-sia, segala waktu tenaga bolak balik perpustakaan S2 Universitas Padjadjaran (UNPAD) sampai pulang magrib udah ga ada kendaraan yang anterin sampe depan kampus.

Sekedar informasi, buat dari perpus itu hingga ke depan kampus untuk pulang itu jauh banget dan sepiiiii banget. Sampai disediain kendaraan yang modelnya kaya mobil kebun binatang atau angkot karena jarak antar gedung yang jauh. Kendaraan tersebut hanya bertahan hingga pukul 4 atau 5 sore, ketika pulang diatas pukul 5, bersiaplah jalan kaki sampai pegal,

kemudian aku kembali mengunjungi perpustakaan kampus, untuk menulis list judul-judul yang aku akan ajukan ke dosen tersebut. Namun, setelah sekitar 9 judul aku tulis di secarik kertas, tiba-tiba datang telepon dari temanku, katanya aku dipanggil oleh dosenku itu.

Ketika aku menghadapnya, katanya skripsi ku diganti saja judulnya menjadi deskripsi, namun untuk segi isi tak perlu diubah, paling ada penambahan pertanyaan saja dan ganti metode. Hah? aku harus sedih atau harus senang ini, disisi lain aku ga perlu ulang disisi lain banyak yang harus dirombak dan juga untuk apa aku capai capai bikin judul baru ?

sekedar informasi, tulisan diatas benar-benar tidak bernyawa ya, karena raasanya aku sudah muak mengulang ceritanya dan sekarang aku dalam keadaan kebelet untuk pipissss.

Singkat cerita aku lulus dibulan agustus dan aku wisuda diakhil tahun.

Welcome kehidupan pengangguran.....

aku pun memulai kehidupan pengangguran dengan meng-apply pekerjaan secara online, mengikuti lomba-lomba, menjadi penulis freelancer, dan lainnnya.

kemudian, hingga aku mendapatkan panggilan bekerja sebagai reporter di perogram SILET RCTI.

dalam kurun waktu 3 hari aku langsung diterima bekerja, setelah melalui proses psikotest, wawancara hrd dan wawancara produser, disisi lain aku masih belum pindah ke Jakarta, semua barang-barang masih di Bandung. dan hari ke 5 aku harus sudah mulai bekerja.

kehidupan pekerjaan pun dimulai, entah mengapa at the end of my dream, aku malah terjebak menjadi reporter, hal yang paling tidak aku inginkan.

Namun, ketika aku menjadi reporter, walau terasa lelah, panas-panasan, capai, ternyata seru juga. apalagi tak perlu membuat naskah berita.

Tapi kerjanya gila-gilaan, dimana jika di program silet, wawancara tidak boleh ramai-ramai alias harus eksklusifan, harus naik cube, harus bisa dapat wawacara berdua antara si artis dan reporter.

Mendatangi lokasi syuting, menunggu artis hingga pukul 2 pagi dan ke kantor jam 10 pagi. Hal yang paling mengecewakan adalah tak ada arahan sama sekali, harus memikirkan artis mana yang harus diliput, ketika diajuin selalu dikatakan 'itu bukan artis RCTI' ah, apalah aku tak mengerti. tak ada penjelasan dan arahan yang jelas. Lalu aku harus tahu dimana artis berada dan nomor teleponnya, Lah ? apaan sih, boro-boro deh, nomor artis dari mane? gue masih anak baru cuy.

lalu ada pula satu dan banyak hal yang terjadi, aku masih numpang tinggal di rumah saudara ku. sudah tak mengerti lagi ketika sedang bekerja disuruh pulang karena doi tidak bisa menungguku sampe pagi karena doi juga kerja. bla bla bla, banyak hal yang terjadi yang merepotkan pikiranku.

Aku pun mulai lelah, aku tak bisa menjalani kehidupan yang tak ingin aku jalani. Hingga aku waktu itu curhat ke HRD, bang Andreas, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan pekerjaan ini dan dia sempat melarangku, katanya aku blusukan, sudah pas jadi reporter saja. Tapi saat itu kondisi emosionalku di berbagai aspek sedng tidak baik, apalagi semakin memuncak ketika ada perjanjian kerja yang tak sesuai, dimana aku tak diberikan jatah libur dalam seminggu.

Ah, Sudahlah, kayanya alam semesta tak mengizinkan aku untuk melanjutkan karir disini. Baiklah aku pun memutuskan cabut saat itu.

Aku pun kembali menjadi pengangguran. Disela-sela pencarian kerja, aku juga menghabiskan waktuku untuk membuat liputan dalam bentuk tayangan video, seperti liputan lifestyle, seperti destinasi wisata, pementasan teater, acara-acara seni.

Sangat frustasi karena aku sudah cukup lama menganggur dan kehidupan tak sesuai target itu rasanya ingin gila rasanya.

Berulang kali aku bolak balik interview di beberapa media besar namun tak satupun yang keterima.

pernah pula waktu itu aku mengikuti tes di trans 7, lulus psikotest, kemudian ketika sampai pada HRD, aku gagal lantaran di trans 7 ada peraturan kakak adik tidak boleh sekantor,

Hingga suatu hari,aku dipanggil untuk interview di perusahaan besar, disalah satu anak perusahaan Kompas Gramedia Group.

Aku pun mengikuti tes psikotest yang benar-benar menguras otak dari pukul 8 pagi hingga pukul 1 siang, aku rasa tes tersusah dari semua tes psikotest yang paling susah adalah di kompas. Tapi aku hanya pasrah dan fokus mengerjakan, tak terlalu banyak pikiran harus keterima atau bagaimana.

Kemudian entah mengapa aku sangat lancar dari mulai pergi tes hingga pulang, hingga aku dinyatakan lolos dan harus tes interview, dengan pertanyaan seperti biasa dan sedikit pakai bahasa inggris. semua yang ditulis di CV harus bisa dibuktikan, untunglah selama aku nganggur aku banyak memproduksi karya dari tayangan video hingga tulisan. di hari yang sama aku juga langsung wawancara dengan para bos.

Sejak saat itu aku memutuskan untuk berhenti meng-apply pekerjaan ke perusahaan lainnya, aku hanya berharap di kompas, aku tak mau yang lain. Sampai aku bilang kepada ibuku "pokoknya rissa mau di kompas, gamau yang lain. doain ya !" kemudai mama ku menjawab "iya, tapi terus coba ajukan lamaran ke perusahaan lain. tidak bisa dipaksaakan harus kerja disitu. Jaman sekarang susah dapat pekerjaan kalau tidak ada orang dalam" lalu aku yang terkenal keras kepala ini tetap kekeuh, "nggak ah, mau di kompas aja udah. ga akan ke yang lain.. pokoknya harus keterima, doain aja"

sampai pada berapa bulan ya, sekitar 1 bulan belum juga ada informasi jika aku diterima. Hah, sampai aku lupa jika aku masih menanti untuk bekerja di Kompas.

Usai lebaran di pagi hari, aku menerima telepon dan trnyata aku diterima. kan kan kan...

FINALLY....

padahal sehari sebelumnya, aku juga ditelepon perusahaan lain untuk bekerja menjadi sosial media konten dan kalau tidak salah itu bekerjanya harus bolak-balik Jakarta Bali.

Tapi karena Kompas adalah hal yang kuinginkan sejak dulu, susah rasanya untuk berpindah ke lain hati.

Akhirnya aku pun menjadi wartawan media online, tak pernah ke kantor, tetapi tiap hari harus pergi ke tempat-tempat berbeda, sendirian, naik kendaraan umum atau ojek online. Beda dengan tv, yang tetap harus mengunjungi kantor dan kemana-mana naik mobil.

Selain itu, harus pula menulis 10 artikel dalam sehari, diamana harus video dan juga live report video, foto juga,  dimana aku harus belajar juga cara penulisan berita online. Padahal dulu aku mengutuk jika aku tak pernah jadi ingin bekerja di media online.

kenyataannya kini, aku menjadi WARTAWAN dan di MEDIA ONLINE pula.

ternyata, jaug berbeda rasanya, bekerja di media online adalah passion ku selama ini. Malah aku tak ingin lagi menjadi wartawan televisi yang kebanyakan hasil kerjaannya yang mewawancara hingga 15-20 menit tapi hanya tayang 2 menit di tv, selebihnya hanya jadi sampah.

lain dengan media online, kita bebas menulis apa saja artikel yang ingin kita buat, namun ya harus cepat pula menulisnya karena persaingan dengan wartawan media lain dilapangan. Intinya, harus bisa pula teliti melihat berita yang secepatnya harus tayang atau berita yang tidak basi walau tidak harus secepatnya ditulis.

Jika ditanya waktu tidur, hanya sedikit waktu tidur nyaman yang bisa dirasakan wartawan. Kebanyakan waktu hanya dihabiskan untuk bekerja. Jadi kalo kata orang 'wah enak ya jadi wartawan,' eh sepele ya, cobain aja ya sendiri jadi wartawan kaya apa. tapi berhubung para wartawan mencintai pekerjaannya, maka begitulah jadinya, wartawan setia menjadi seorang wartawan.

Mungkin sekian dulu ya, sebenarnya terlalu banyak yang harus diceritakan. tetapi terlalu banyak dan aku pun sudah agak lupa . HEHE

Banyak penjelasan yang belum diceritakan disini, dan akan aku sampaikan pada tulisan-tulisan ku berikutnya.


thank, sudah berkunjung. sering sering ya, jangan lupa komentarnya.








menikmati perasaan

tak pernah terduga dalam kisah kita hari ini terjadi juga,

aku dan kamu, kita, telibat dalam interaksi sebuah pesan

2 desember 2018 malam pukul 22.00 WIB, dan 3 desember 2018 menjadi hal mengejutkan.

selama ini aku selalu bertanya-tanya bagaimana kamu, bagaimana kamu, perasaan itu menyeruak

tapi kini, perlahan pertanyaan itu sedikit terjawab.

meski aku tau kita tak mungkin lebih dari itu, maksutku kita tak mungkin jadi satu.

aku tau kamu yang paling rasional, 

kisah ku dan dirimu seperti tak bisa lebih dari sebuah kisah fiksi.

aku tak tau kamu menganggap aku hanya bercanda atau pun kamu tau aku serius tapi berusaha menghentikanku untuk lebih jauh lagi.

terimakasih karena telah memikirkan hal ini meski kamu tak sengaja,

tapi perasaan tak akan berhenti semudah itu.

mengenal mu, wah, banyak sekali hal yang berbeda dari kita.

suatu hal yang diapresiasikan jika kita memiliki kesamaan.

tapi entah mengapa dirimu semakin menarik saja,

kamu sangat, sangat , sangat menarik meski kamu bilang tidak sekalipun,

aku selalu ingin kita bertemu, bercengkrama sambil bercanda.

aku tak meminta balasan apapun akan perasaanku, 

aku hanya menikmati apa yang aku rasakan, yang itu menjadi urusanku

kamu tak perlu memikirkan apa yang aku rasakan.

meski aku tampak seperti wanita gila tak menyenangkan sangat mengganggu hari-harimu.

tapi jika kamu yang selalu aku lihat, kurasa itu bukan kesalahan,

aku tak akan mengatakan kamu memberikan harapan palsu apapun itu, 

karena begitulah aku selalu menikmati perasaan sendirian.

hal terpenting adalah aku selalu berada disetiap langkahmu.


Film love simon

By : Rissa Indrasty

Beberapa orang mungkin menyukai film bergenre "ini",  sehingga tidak sedikit produser yang membuat film "ini".  Film "ini" juga cukup menjual dipasaran,  salah satunya bisa dibuktikan dengan suksesnya  film love simon.

Film "ini",  love simon,  merupakan film bergenre romance.  Apa yang membuat "ini" spesial? Karena romance "ini" adalah romance sesama jenis antara laki-laki.

Film love simon sendiri sukses menembus rating yang tinggi dijajaran film populer. Sebagian orang mungkin merasa geli hanya dengan mendengar bahwa ini adalah film cinta sesama jenis. Lantas?  Mengapa ratingnya tinggi?  Apakah sekarang dunia dominan oleh orang-orang yang mencintai sesama jenis?

Sebuah rating film memang bukan bukti akurat dari kenyataan sosial. Film love simon sendiri bukan kisah cinta yang muluk tentang cinta,  meski judulnya adalah "love".  Film ini cukup pintar mengambil sudut pandang lain dari kisah percintaan sesama jenis,  membuat penonton yang anti film sesama jenis dapat bertahan menonton film ini.

Love simon mengambil sudut pandang dari bagaimana seorang lelaki bernama simon yang memiliki kehidupan yang amat sangat normal, dengan keluarga yang penuh cinta,  sahabat yang menyayanginya,  tiada sedikit cacat yang tampak pada laki-laki ini.  Tapi,  satu hal yang Ia sembunyikan pada dunia,  yaitu Ia homo.

Tampak luar simon selalu menampilkan wajah dan senyuman bahwa dia baik-baik saja.  Tapi setiap hari sebenarnya pikiran dan bathinnya terusik karna menyimpan rahasia yang amat besar, bahwa Ia lelaki homo.  Rasanya Ia tidak bisa menghadapi dunia yang akan memusuhinya jika orang-orang mengetahui rahasia terbesarnya.

Love simon lebih condong mengisahkan bagaimana tertekannya Simon menyimpan rahasia besarnya sejak kecil,  bagaimana simon menghadapi tekanan sosial,  ketakutan orang-orang tidak bisa menerimanya yang mencintai sesama jenis.

Kisah cinta simon sendiri membuat orang-orang penasaran hingga akhir film,  karena orang yang disukai simon adalah lelaki yang Ia temui dari dunia maya.  Selama ini simon bertukar pesan dan kisah hidup dengan lelaki yang dicintainya itu melalui email,  tanpa ia mereka mengatahui wajah satu sama lain.  Hal yang mereka ketahui adalah mereka sama-sama satu sekolah.

Kisah cinta simon dan lelaki dunia maya itu sendiri timbul dari rasa nyaman dimana mereka akhirnya saling mengungkapkan kepada seseorang bahwa mereka adalah)  homo. Selama inj mereka hanya memendam.  Kemudian percakapan mereka semakin terasa nyaman karena mereka sama-sama saling mengisi dan menyemangati satu sama lain.

simon sendiri selalu berusaha mengungkapkan lelaki dunia maya yang saty sekolah dengannya ini.  Hingga fia akhir film,  akhirnya terungkap bahwa lelaki itu adalah...

-hanya di love simon-